Tentang Waktu yang Terus Berjalan
Tentang Waktu yang Terus Berjalan
Kadang aku duduk di sudut kamar ini sambil menyadari betapa cepat waktu berubah.
Hal-hal yang dulu terasa sangat menyakitkan, perlahan mulai terasa biasa saja. Orang-orang yang dulu selalu ada, sekarang hanya tinggal kenangan kecil di kepala. Dan versi diriku yang lama pun perlahan berubah menjadi seseorang yang berbeda.
Awalnya aku takut dengan perubahan.
Takut kehilangan.
Takut sendirian.
Takut tidak tahu harus menjadi apa di masa depan.
Tapi semakin dewasa, aku mulai mengerti bahwa hidup memang akan terus bergerak, dengan atau tanpa kesiapan kita.
Dan mungkin tugas kita bukan menghentikan perubahan, melainkan belajar berdamai dengannya.
Sudut kamar ini menjadi saksi dari semua proses itu. Dari malam-malam penuh overthinking sampai hari-hari ketika akhirnya aku bisa tersenyum lagi tanpa dipaksa.
Rumah untuk Pikiran yang Lelah
Ada kalanya tubuhku baik-baik saja, tapi pikiranku terasa sangat lelah.
Hari-hari seperti itu biasanya paling sulit dijelaskan.
Aku tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Tetap berbicara dengan orang lain. Tetap terlihat normal dari luar. Tapi di dalam kepala, semuanya terasa penuh dan berisik.
Lalu aku kembali ke sudut kecil ini.
Duduk diam.
Menarik napas pelan.
Membiarkan diriku berhenti sebentar.
Dan perlahan, rasa sesak itu berkurang sedikit demi sedikit.
Aku sadar bahwa kita semua membutuhkan tempat aman. Tempat di mana kita tidak harus menjadi kuat setiap saat. Tempat di mana kita boleh merasa lelah tanpa takut dihakimi.
Untuk sebagian orang mungkin tempat itu adalah perjalanan jauh, laut, atau pelukan seseorang.
Tapi untukku, tempat itu hanyalah sudut kamar sederhana dengan cahaya hangat dan suasana yang tenang.
Tempat kecil yang selalu mengingatkanku bahwa meski hidup sering melelahkan, aku masih punya ruang untuk bernapas dan memulai lagi esok hari. ✿
Komentar
Posting Komentar