Aku dan Kebiasaan Kecil di Sana
Aku dan Kebiasaan Kecil di Sana
Sekarang, tanpa sadar aku punya banyak kebiasaan kecil yang selalu kulakukan di sudut itu.
Menyalakan lampu tidur saat langit mulai gelap.
Merapikan selimut sebelum duduk.
Membuka jendela sedikit supaya udara malam masuk perlahan.
Lalu memutar playlist yang sudah sangat familiar di telinga.
Kadang aku membawa buku yang akhirnya tidak benar-benar kubaca. Kadang juga membawa jurnal hanya untuk menulis satu atau dua kalimat pendek tentang hari ini.
“Aku capek.”
“Hari ini lumayan baik.”
“Aku ingin tidur lebih awal malam ini.”
Sesederhana itu.
Tapi anehnya, hal kecil seperti menuliskan isi hati membuat pikiranku terasa lebih ringan.
Di tempat itu aku tidak mencoba menjadi versi terbaik dari diriku. Aku hanya mencoba menjadi manusia yang sedang belajar hidup pelan-pelan.
Tentang Bertahan dengan Cara Sederhana
Aku rasa tidak semua orang punya cara bertahan yang sama. Ada yang pergi keluar rumah untuk mencari tenang, ada yang memilih berbicara dengan banyak orang, dan ada juga yang diam di kamar sambil mencoba memahami dirinya sendiri.
Dan aku ada di kelompok terakhir itu.
Bukan karena membenci dunia luar, tapi karena kadang rasa nyaman memang ditemukan dalam kesunyian kecil.
Sudut kamar ini mungkin terlihat biasa bagi orang lain. Tapi bagiku, tempat ini seperti jeda kecil di tengah hidup yang sering berjalan terlalu cepat.
Di sini aku belajar:
- tidak apa-apa merasa lelah,
- tidak apa-apa berjalan lebih lambat,
- dan tidak apa-apa jika hidup belum sepenuhnya rapi.
Karena pada akhirnya, kita semua hanya manusia yang sedang mencoba bertahan dengan cara masing-masing.
Dan untukku, salah satu caranya adalah duduk diam di sudut kamar favoritku sendiri, sambil berharap hari esok terasa sedikit lebih lembut. ✿
Komentar
Posting Komentar